Latihan pas



Cara Sehat untuk Mengatasi Stres

Merasa emosional dan gugup atau mengalami kesulitan tidur dan makan dapat menjadi reaksi normal terhadap stres. Berikut beberapa cara sehat yang dapat kamu lakukan untuk menghadapi stres:

Istirahatlah dari menonton, membaca, atau mendengarkan berita, termasuk dari media sosial. Penting untuk tetap mendapat informasi, tetapi terus-menerus mendengar tentang peristiwa traumatis dapat membuatmu tertekan. Pertimbangkan untuk membatasi berita hanya beberapa kali sehari dan menjauh sejenak dari ponsel, TV, atau layar komputer.

Jaga dirimu. Makan makanan sehat, berolahraga, cukup tidur, dan beri dirimu waktu istirahat jika merasa kewalahan.

Jaga tubuhmu.

Luangkan waktu untuk rileks. Cobalah melakukan aktivitas lain yang kamu nikmati.

Berbicaralah dengan orang lain. Bicara dengan orang yang kamu percaya tentang kekhawatiran dan perasaanmu. Bagikan masalahmu dan bagaimana kamu menghadapinya dengan orang tua, teman, konselor, dokter, atau pemuka agama.

Terhubung dengan komunitas atau organisasi berbasis keagamaan di sekitarmu.

Kenali saat kamu butuh bantuan lebih banyak. Jika masalah berlanjut atau kamu berpikir untuk menyakiti diri sendiri, bicaralah dengan psikolog, pekerja sosial, atau konselor profesional.


Seorang penebang kayu sedang menebang pohon di tepi sungai, ketika kapaknya terpental mengenai batang pohon, terlepas dari tangannya, dan jatuh ke dalam air. Saat ia berdiri di tepi sungai meratapi kehilangannya, dewa Merkurius muncul dan bertanya mengapa ia bersedih. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Merkurius menyelam ke sungai dan muncul membawa sebuah kapak emas. Ia bertanya apakah itu kapak yang hilang.

Penebang kayu itu menjawab bahwa itu bukan miliknya. Merkurius lalu menyelam untuk kedua kalinya dan membawa kapak perak, dan bertanya apakah itu miliknya. “Bukan, itu juga bukan milikku,” kata penebang kayu itu. Sekali lagi Merkurius menyelam ke sungai dan membawa kapak yang hilang. Penebang kayu itu sangat senang melihat kapaknya ditemukan dan berterima kasih dengan hangat. Kemudian, Merkurius memberinya hadiah berupa dua kapak lainnya—kapak perak dan kapak emas—karena ia sangat senang dengan kejujuran penebang kayu tersebut.

Ketika penebang kayu itu menceritakan kisah ini kepada teman-temannya, salah satu dari mereka menjadi iri atas keberuntungan baiknya dan berniat mencoba peruntungannya sendiri. Jadi ia pergi dan mulai menebang pohon di tepi sungai, dan dengan sengaja mencoba menjatuhkan kapaknya ke dalam air.

Merkurius muncul seperti sebelumnya, dan setelah mengetahui bahwa kapak orang itu jatuh, ia menyelam dan membawa kapak emas, sebagaimana dilakukan pada kejadian sebelumnya. Tanpa menunggu ditanya apakah itu miliknya atau bukan, orang itu langsung berteriak, “Itu punyaku, itu punyaku,” dan ingin mengambil hadiah itu. Namun Merkurius tidak suka melihat ketidakjujurannya. Maka ia tidak memberikan kapak emas tersebut. Ia juga menolak mencari kapak asli yang sengaja dijatuhkan orang itu ke sungai.


Dengan warna yang memancarkan cahaya dan bentuknya yang menyerupai tumbuhan, anemon laut terlihat lebih mirip bunga daripada hewan. Lebih khusus lagi, anemon laut terbentuk seperti bunga yang menjadi asal namanya, dengan tubuh seperti batang dan tentakel seperti kelopak dalam warna-warna cerah biru, hijau, merah muda, dan merah. Diameternya bervariasi dari sekitar enam milimeter pada beberapa spesies hingga lebih dari sembilan puluh sentimeter pada varietas raksasa di Australia.

Serupa dengan karang, hydra, dan ubur-ubur, anemon laut merupakan hewan koelenterata. Mereka dapat bergerak perlahan, tetapi lebih sering mereka menempelkan bagian bawah tubuh silindris mereka pada bebatuan, cangkang, atau tiang dermaga. Bagian atas anemon laut memiliki mulut yang dikelilingi tentakel yang digunakan hewan tersebut untuk menangkap makanan. Sel penyengat pada tentakel mengeluarkan benang racun kecil yang melumpuhkan hewan laut kecil lainnya. Tentakel kemudian menyeret mangsa ini ke mulut anemon laut. Makanan dicerna di rongga tubuh bagian dalam yang besar. Ketika terganggu, anemon laut menarik tentakelnya dan memendekkan tubuhnya sehingga tampak seperti gumpalan di batu.

Anemon dapat bereproduksi dengan membentuk telur, membelah diri, atau mengembangkan tunas yang tumbuh dan terlepas sebagai hewan mandiri.








Postingan populer dari blog ini

The Tale of La Ane: The Boy Who Became a Bird Folklore from Southeast Sulawesi

10 Kosakata

the power of youth in problem solving